Senin, 26 November 2018

Kebas

kakiku terjerumus hingga terluka
saat melangkah
di atas nada-nada
di atas logam-logam
di atas rasa-rasa

tanganku terkilir
kukuku terkikir
saat menerka-nerka
mereka-reka
warna-warna dari satu depa dupa

mulutku tertegun
diriku melamun
saat memandang gaun
mendengar lantun
yang manis
semanis racun

hatiku rusak terbelanga
rasa hilang entah ke mana
berair mata
hingga
berkali-kali seka

seribu hitung mereka berkata
rasa
rasakan
rasakan rasa

namun tak kutangkap makna
dalam ucapannya

maka

kakiku terluka
tanganku terkilir
kukuku terkikir

mulutku tertegun
hatiku rusak
dan rasa hilang
entah ke mana

selalu entah ke mana
tak pernah menjawab tanya

- 9/11/2018 6:07 p.m.

Jakarta

Katakan padaku;
Susuk yang dipakai oleh Jakarta
di tiap kuluman bibir
dan kerdipan mata

Riasan yang dibeli oleh Jakarta
yang selalu menyala-nyala
di seluruh anggota badan

Sihir yang digunakan Jakarta
untuk menarik seluruh perhatian
tertuju kepadanya saja

Katakan padaku,
aku ingin tahu!
Penyebab perasaanku terperdaya
tak dapat lama-lama berkelana

- 20/6/2018 10:59 a.m.

Mimpi Seorang Penyair

Semalam aku bermimpi
Rumahku dilalap api tinggi

Ibuku tidak ada. Ayahku juga. Kakakku juga.
Mereka entah kemana. Aku sebatang kara.

Api terus berkecamuk dan mengamuk
Kamarku sebentar lagi akan hangus

Aku mengambil beberapa barang
lalu berlari keluar secepat-cepatnya

Berlari hingga nafasku tersengal
Aku berhenti dan rumahku tiba-tiba saja baik lagi
Lalu kutemukan kakakku
Duduk santai di meja tamu

Ia bertanya, "Apa yang kau bawa, adikku?"
Aku tak tahu. Aku membuka genggamanku.

Sebuah pensil dan buku pemberian orang.

Kakakku bilang, "Kau akan hidup dari itu.
Kau akan hidup dari itu."

- 11/7/2018 1:22 a.m.

Keterbatasan

Bahasa tidak pernah mampu
menggambarkan seluruh rasa
yang menyebar di dunia

Tembang tidak pernah cukup
melantunkan seluruh nada
yang berontak keluar sukma

Kuas tidak pernah sanggup
menggoreskan seluruh warna
yang menetap di sela-sela udara

Sungguh banyak cipta
yang tak mampu diungkapkan manusia

- 8/11/2018 11:42 am

Rabu, 26 September 2018

Perjanjian

Aku mengundang bulan baru untuk menjadi saksi
atas perjanjian yang kubuat dengan kertas ini
dan kertas-kertas yang kan kutemui di kemudian hari
Kau akan baca ikrarku lantang berbunyi:

"Tak akan kutulis tentangmu lagi
Dirimu kuhapus dari seluruh lorong imaji
kalau perlu dilempari agar terbirit berlari
dan pintu kukunci biar kau takkan kembali

Kau telah terlalu banyak melahap putih
Mencekokkan hitam yang tak pernah tak perih

Maka aku berjanji

Tak akan kutulis tentangmu lagi
baik dalam sajak maupun larik lirih,
tidak di atas kertas atau di prasasti,
tinta berwarna dirimu mulai kini kuanggap mati"

Tertanda namaku dan bulan baru sebagai saksi
dibubuhi meterai yang telah ditandatangani
Perjanjian ini telah resmi

- 11/9/2018 10:17 p.m.

Sabtu, 16 Juni 2018

Tebus

Lihat aku tanpa prasangka
Tanpa teringat kau pernah ku ikat
dalam hati dengan sedikit paksa
lancang menentang sekat

Lihat aku tanpa prasangka
Anggap lah aku bayi tanpa dosa
Jangan tatap aku sebagai nestapa!
Aku tak mengemis cintamu yang rapat

Lihat aku tanpa prasangka
seperti bersua dengan kawan
yang biasa hangat kau sapa

Aku tak meminta seiris cinta;
hanya ingin menebus dosa

- 16/6/2018 5: 35 am

Jumat, 08 Juni 2018

Menetap

Kalau ada pilihan bagiku untuk menetap,
aku dengan senang hati akan menetap.

Aku bersedia menemanimu dari arunika sampai senja,
kemana pun tujuan kau melangkah.

Membicarakan apa saja yang kita suka.
Mengadu tatap hingga aku kalah.
Menertawakan hal-hal konyol di media.
Mendengarkanmu bermain gitar dan selalu terpana.
Menjadi tempat curahan keluh kesah.
Membuat kau tersenyum saat dunia semakin susah.
Mengingatkanmu hal baik yang sering kau lupa.
Meminta maaf jika aku salah.
Menenangkanmu saat kau tersulut marah.
Bersenandung bersama saat radio memutar lagu yang kita suka.
Mencarikanmu objek-objek foto yang indah.
Menuliskan puisi yang suka cita
hingga dunia pun ikut jatuh cinta.
Tanpa mempertanyakan rasa apa yang ada,
hanya mensyukuri bahwa kita bersama.

Kalau ada pilihan bagiku untuk menetap,
sungguh kau tahu jawabanku apa.

- 8/6/2018 6:52 a.m.

Pilihan

Aku tidak terlahir seperti ini
Tidak menyapa dunia pertama kali dengan berani
Begitu inginnya takdir sang pengatur denyut nadi
yang bukan diciptakan untuk abadi

Aku dibentuk garis-garis tak beraturan
yang saling menindih hingga berkelindan
di tiap tempat yang jejakku pernah membekas
oleh tiap-tiap diri yang pernah aku papas

Tidak ada yang membiarkan dirinya sama
sebagaimana pertama dipertemukan dengan dunia
Selain mereka yang hidup dari kepasrahan
dan tak percaya dengan pernyataan

Bahwa hidup diciptakan sebagai pilihan
Bagaimana jalannya adalah bijaknya kita mengerti
Mana kodrat yang garisnya 'tuk dipertahankan
Mana ranah yang mampu diusahakan

- 5/6/2018 10:10 p.m.

Minggu, 03 Juni 2018

Pintu

Pintu-pintu sepanjang lorong
Diam tak sedikit pun menolong
Harapan di dalam yang sekarat
Detik ini terancam berkarat

Matanya yang tak terlihat
Mengintai orang-orang bercemas pekat
Telinga yang tak dipunya
Tak biasa mendengar selain rintih doa

Mereka, pintu-pintu itu,
sedang mengawasiku
dengan tatapan kosong dan sedikit iba
Atas miskinnya kesabaran dalam sukma

- 29/5/2018 11:36 a.m.

Air Mata

"Aku suka malam
karena ia tidak menghakimi.
Gelapnya tidak menanyai,
tidak pula memarahi.
Heningnya tidak keberatan aku nodai."

- 25/5/2018 11:28 p.m.

Senin, 21 Mei 2018

Hening

Aku selalu takut
kala pagi tentram,
siang damai,
malam sepi

Kata guruku
Kalau laut tenang
akan datang gelombang panjang
yang meluluhlantakkan

Aku selalu takut
akan datang waktu
yang tak pernah ku inginkan
saat jiwaku dicoba

Meski telah dibilang tuk bersiap
Namun aku anggap mereka silap
Waktu itu masih jauh
masih merangkak dari ujung

Aku takut
dengan penepatan janji
yang telah dihembuskan
dari awal penciptaan

Aku takkan pernah siap
dihampiri kematian,
tetapi yang ku takutkan
adalah yang bukan milikku

- 21/5/2018 9:42 am

Minggu, 29 April 2018

Sudah

Tidak lagi ku paksa...
Jika kau tak mau berbicara...
Tidak lagi ku paksa...
Jika kau tak mau merasa...

Aku telah diajari oleh luka dan waktu untuk menerima apa saja yang kau beri dan tak meminta yang tidak kau beri...

- 29/4/2018 18:53

Jumat, 27 April 2018

Tujuh Belas

Sukma ini meranggas
Bernaung langit penghujung April
yang meradang dalam rona

Bergulat dalam kata
Mencari makna dan nada
Namun menjadi dewasa
Tak pernah seharmonis rima

- 24/4/2018

Hilang Arah

Idealnya, rinduku bernaung dalam teduhnya hatimu
Namun nyatanya rinduku tak memiliki naungan
Melayang-layang di sela-sela awan
Kuyup parah kalau turun hujan

Rinduku gagal sampai tujuan
Beku oleh angin dingin yang berhembusan
Tapi ia tak kunjung getar
Masih kembali berputar-putar

Rinduku harus kemana?
Apa betul-betul harus binasa?
Rinduku tidak bernaungan
Tidak lagi bertuan

- 13/4/2018

Siap

Satu bintang telah terengkuh
Satu nyala telah tersepuh
Terang dan merekah
Mengharum dan merona

Peluh yang mengeluh
Roboh
Kini besi siap
ditempa

Demi nyala
yang tidak hanya secarik cerita
Demi nyala yang abadi
Tidak begitu saja sirna

- 21/4/2018 21:42

Tenang

Terlelaplah, kasih
Kau masih terlalu muda
untuk menanggung semua
perkara di dunia

Terjagalah nanti
di saat langit mulai bermentari
Singsing gelap dari hari ini

Iringi aku esok hari
Kala waktu yang telah dipaku
Aku 'kan bersamamu

- 16/4/2018 20:52

Sajadah

Bumi yang ada di pijakanku
adalah sajadah panjang
Terbentang merata,
tak kasat mata ujungnya

Sejauh apapun melangkah
Tak pernah keluar dari rangka

Dengarlah seruannya
Selama kau pijaki Bumi
Bersujudlah

- 9/4/2018 22:44

Jumat, 13 April 2018

Titik

Lalu kini apa?
Lontang-lantung menunggu dewi fortuna menuntun
Kepada satu titik yang mengayun
Menuju ke depan, ke masa yang jauh di sana

Mendekat, merapat
Merayu malaikat agar terpikat
'Tuk bantu aku memelesat
Kepada satu titik yang mengawang
Di ambang angan-angan

Kini apa?
Tanganku tidak berdaya mengenggam
Namun di ujung malam
aku akan bergumam,
"Aku akan sampai, takkan dibiarkanNya aku terkulai"

- 12/4/2018 20:20

Rabu, 04 April 2018

Yang Terlepas

-- Untuk Chaca

Yang terlepas tak bisa bicara
Tentang keinginan untuk dibalas
Dengan aksara-aksara rasa
Dengan guratan-guratan cinta

Yang terlepas gagal menyampaikan
Atau penerima salah menafsirkan
Tentang maksud dan tujuan

Yang terlepas tak bisa pulang lagi
Ia telah menjadi saksi
Atas kasih yang tak dibalas asih

- 31/3/2018

Sesak

Tubuh ini tiada lagi ruang
Dipermainkan oleh masa
Dibodohi oleh asa
Sirna apa yang ku kenal lengang
Tiap hari bising,
Rasanya ku ingin jadikan puing
Tubuh ini tiada lagi ruang
Jangan seenaknya menyelinap!

Bukan yang Seperti Itu

-- Untuk yang terhormat, putri proklamator bangsa, Ibu Sukmawati

Ibu, saat pandanganku kabur,
Aku akan memandang keelokan sejati Indonesia
dari segala warna yang pernah ku lihat
serta seluruh suara yang pernah telingaku tangkap

Ibu, aku akan memandang wanita bercadar dengan khidmat dan wanita berkonde dengan hormat
Aku akan larut saat adzan dikumandangkan dan saat kidung kebangsaan dinyanyikan

Ibu, aku akan memandang Indonesia dengan seluruh lapisan dan golongan yang bersatu di dalamnya
Disitulah aku benar-benar menemukan jiwa Ibu Indonesia yang bineka

- 3/4/2018

Perjalanan Waktu

yang pergi bisa kembali
yang terluka bisa terobati
yang patah bisa menyatu lagi
yang rusak bisa diperbaiki

yang menangis akan berhenti
yang merintih tidak lagi tertatih
yang membiru akan memudar
yang menutup tidak lagi berpagar

namun yang terlewat,
tidak akan bisa coba dijerat

- 2/4/2018, 23:08

Jumat, 30 Maret 2018

Pertanyaan untuk Waktu

"kau yang menarikku atau aku yang berlari kepadamu?" kataku kepada waktu.

Berjalan

Aku pedati yang dihela detik
Berjalan di pinggiran lentik
Menyusur busur pekarangan
Mencari makan untuk penghidupan

Roda yang seringkali terantuk
Menepikan pekik dan ringik
Katanya demi sebongkah berlian
Katanya demi sekarung intan

Sia-sia.

- 18.16 29/3/18

Selasa, 06 Maret 2018

Fana

tentang dunia yang gila
serta luar biasanya jagad raya
segala daya pemeran kehidupan
binasa meski indah sedemikian rupa

aku pun tak lebih dari fana
hidupku disokong sandiwara dunia
nafas tak pernah tersengal jika ingat ajal
tak ku rasa pundak ini keberatan

dunia adalah masalah waktu
dan arah ia dikendarai
nyala hatiku adalah bahan bakar
menuju keabadian

-6/3/2018, 8:42 p.m.

Minggu, 04 Maret 2018

Pesan di Bulan Maret

untuk yang sedang bertakhta
amanahlah kau kuasanya
berkahlah kau esoknya
terlindungilah kau selamanya
gagahlah kau sanubarinya
tegaplah kau raganya
jatilah kau baiknya
bersihlah kau benaknya
sangguplah kau dicobanya
mutiaralah kau jadinya

1/3/18, 1:17 p.m.

Selasa, 27 Februari 2018

Abu-Abu

langkahmu tidak pernah terteka
kiri atau kanannya tidak pernah jelas
kadang buat aku jejas
terinjak jejak yang membekas

pandangmu tidak tentu arah
timur atau baratnya entah yang mana
seringkali aku coba tangkap
namun selalu beku sebelum terjerat

ucapmu tidak ku paham maknanya
iya atau tidak terdengar sama saja

pikirmu terlalu jauh untuk ku sentuh

hatimu bukan tempat yang aman tuk bersauh

-25/2/2018

doakan aku berhasil
menanggalkan keinginan
untuk menetap.

Rabu, 14 Februari 2018

Selamat

selamat...
kepada raga yang menguat,
kepada nyawa yang menyingkat

tak akan  berkarat
apa yang kau dekap lekat-lekat

tak akan berkhianat
lelahmu yang kini pekat

semoga hatimu tak pernah larat
semoga bahagia datang berjulat

jika badai datangimu memelesat
semoga kau selalu selamat

- 13 Februari 2018

jika kau kebetulan membaca:
jangan terlalu serius, tersenyumlah.

Jumat, 09 Februari 2018

Sementara

Tidakkah kau pernah mengadakan perjalanan di atas bumi ini?
Melihat mereka yang tak diselubungi perlindungan
Mereka celaka dan akan binasa
dalam keadaan hina

Mereka yang mendengar tetapi berlagak tuli
Mereka yang melihat tetapi seperti buta
Mereka yang berbicara tetapi berdusta

Mereka tak punya penyelamat
Kunci hati mereka baru akan terbuka di ujung hari
Saat sesal sudah tiada arti

Lihatlah mereka itu!
Tidakkah senyum mereka sementara saja?

- 8/2/18, 16:32

Butuh Hujan

Mungkin butuh hujan
untuk sejenak berhenti
dan berpikir ulang

Apakah layak diterjang?
Tidak semua yang menghadang dicipta 'tuk dilewati
Bisa saja memang jalan yang dilalui perlu diganti
Jalan yang lain lebih diberkati

Meneduhlah dulu,
tak perlu buru-buru
Perkara hidup memang selalu menunggu
Hilangkanlah ragumu itu

Memang butuh hujan
Waktu 'tuk merenungkan lagi
Apakah langkah kaki
t'lah menuju sesuatu yang berarti?

- 8/2/18, 16:16
karena hujan tidak melulu tentang kenangan lama yang tak bisa kembali

Biru

aku kembali menjadi anak kecil
tidak tahu suatu hal tentang dunia yang dijalani
meraba dan menerka rasa yang dimiliki
melihat dari sudut berbeda di bawah sini
sambil diam-diam menikmati waktu sekali ini

lama-lama aku lumat
merekat menjadi liat
menjelma menjadi candu
setiap malam datang aku merindu

tidak ingin tumbuh
sudah nyaman dengan hati yang luluh

dunia tak berjalan begitu
diambilnya dan ditinggalkan aku
lesu membiru

- 30/1/18

Elegi

dari matamu aku lihat warna yang belum ku kenal
yang sebelumnya ku kira ku telah hafal seluruhnya
dari katamu aku dengar musik asing
yang tak ku dapat dari penjuru dunia lain

dari genggam tanganmu
aku tahu bentuk seluruh keindahan dunia
dan seakan memilikinya di dalam kepalan tangan
ingin ku buat waktu membisu agar dia tidak berlalu

dari senyummu pertama kali aku melihat konstelasi milik dewi bintang
tak henti ku memujanya karena mencipta sudah sebegitu indah

dari mulutmu aku kira ku beda dari sisa semesta
namaku tidak lagi sama

aku bisa menguntai kata menjadi sajak sekelas pujangga
namun kau menghilang dan merubahnya menjadi elegi nelangsa

kalau ada yang menjadi aku,
mereka akan mengerti mengapa aku masih terpaku

- 29/1/18

Sabtu, 06 Januari 2018

Bertahan

Berpegang kuat,
Atau kau akan kembali hilang
Dalam abu-abu jiwamu yang dulu
Yang mengetahui tapi merasa dapat mengelabui

Berpegang kuat,
Tetapkan di hatimu kau menuju kekekalan
Sekali terlepas, hanya sesal yang kau dapat
Dan sesal itu berat bagi orang-orang tersesat

Berpegang kuat!
Meski kau diterpa hujan lebat
Janji itu senantiasa kau ingat
Mudah akan datang seiring kesulitan lewat

- 11:50 PM, 26 Desember 2017

Pengembara

Aku seorang pengembara
Menilik dan menyelisik sudut-sudut kota
Bukan dingin yang menusuk
Melainkan ilham yang merasuk

Aku seorang pengembara
Di pusat-pusat kota ku temukan bahagia sementara
Orang-orang yang berserah pada dunia
Berpikir hidup akan selesai begitu saja

Aku seorang pengembara
Di langit-langit negara ku berkenalan dengan penguasa
Para-para pengendali dunia
Yang kira menjadi penakluk jagad raya sebagai puncak hidupnya

Aku seorang pengembara
Di suatu wilayah ku terkesima
Mendengar orang bercita berlimpah harta
Tanpa merasakan sedikit pun lelah

Aku seorang pengembara
Dalam yakinku dunia yang ku jelajahi ini betul fana
Meski banyak yang terbuai kala singgah
Dunia; sungguh tidak pernah jadi tujuan akhir ku berkelana

- 23:20 24/12/17