Sabtu, 30 Juli 2016

Andai

Harapku usang sudah
Terbakar sebelum menyala
Yakinmu jauh tak tersentuh
Sedekat nadi pun tak bersatu

Andai hanya jarak yang menyingkap
Andai sekadar rindu yang menyiksa
Andai sesederhana terpisah waktu
Andai segalanya semudah itu

Sang Surya



Senja, disinilah kita berpisah
Kamu tenggelam dalam terangmu
Dan aku menyinari gelapnya malam
Seorang diri melita pekat

Tanpa ada yang menengadah pada diriku
Sadari hampa merana
Gelap berpekat hitamnya
Berteman harap asa yang sia

Bukanlah bintang, pun bidadari
Hanya debu yang terpaku
Selalu miliki waktu tuk menunggu
Dirimu yang bagiku semu

Aku, sang Bulan
Selalu memuja sang Surya dalam pekatnya dunia
Berharap pagi kembali mematikanku
Demi cahyanya bagi mereka

Minggu, 24 Juli 2016

Dan Dia

Dia tunggal;
Bersama udara di kanan-kirinya
Senandung angin menjadi pelitanya
Serta purnama tempat mengadunya

Dia tunggal;
Ia yakin jiwanya lebih kuat dari semesta

Dia tunggal;
Tapi jauh di dalam manik matanya tercermin nyata
Sepi perlahan membunuhnya