Kita menikmati matahari terbenam
Setiap lekuk sang surya kala menenggelamkan dirinya, membiarkan dirinya dilahap langit biru. Pantulan jingga di awan yang berarak ingin pulang, seiring malam yang akan datang.
Kita menikmati matahari terbenam
Bersama tanpa kata. Menatapnya seakan nirwana di dunia.
Kita menikmati matahari terbenam
Tapi lupa bahwa waktu kita berkurang
Tapi lupa akan detik yang terus berdentang
Mungkin suatu saat tatapanmu kepadaku akan hilang,
selayak mentari yang diganti rembulan.
Di mana suatu saat nanti, tidak ada lagi kita. Tidak lagi dapat kunikmati senja ini bersama.
Suatu saat nanti, hanya aku dan jingga.
Jingga pun pergi, meninggalkanku sendiri dalam gelap.
Menakutkan.
