Sabtu, 25 November 2017

Pekak

Lelah sekali telinga ini
Hari demi hari dengar nama itu lagi
Tidak kunjung berujung
Jika ini sandiwara, dialah aktor ulung

Perih mata ini
Tiap pagi tiada yang lain selain mukanya di televisi
juga tiap siang, petang, hingga malam

'Mangkir lagi'
Judul berita di surat kabar hari ini
Dengan ukuran setengah halaman!

Katanya yakin tidak bersalah
tapi malah lari!
Dikira rakyat sebodoh itukah?
hingga bisa dikelabui trik basi

Ingin berpraduga tidak bersalah
Tapi dianya tidak kooperatif
Bagaimana pikiran jadi tidak negatif?

- ditulis di bulan November.

Kamis, 02 November 2017

Terpuja

Rasanya pasti bagai pujangga melayang di istana atas awan, tempat tahta para dewi dan dewa yang siang malam panen pujaan.

Rasanya pasti seperti aktor utama pementasan drama yang sukses mendulang tepuk tangan seisi gedung pertunjukan. Dielu-elukan seakan lebih gemerlap daripada malam atau lebih terang daripada bintang.

Rasanya pasti bangga. Rasanya pasti bahagia. Hatimu yang kadang bodoh itu pasti bergelora. Melihat gelombang senyum, mendengar ombak seruan – terdengar menyebut namamu. Hanya namamu. Terpaku.

Senyum. Apalagi yang bisa kau berikan selain senyum andalan itu kepada raga-raga yang memujimu? Itu pula sudah lebih dari cukup. Indah, memikat, memesona. Siapa yang tidak terjerat?

Tidak berarti lagi rasa yang lalu. Inilah bukti yang nyata, telah dihantarkan tepat ke kehidupanmu. Tidak sekali, tidak pula hanya dua kali. Kau telah berada di panggung utama ini tiap hari.

Selagi kau di panggung, aku penonton setia. Meski terhimpit ribuan yang lainnya. Meski harus berkawan dengan teriakan mereka yang mengagungkanmu. Aku ada, walaupun besar kemungkinannya kau tidak melihat. Tapi, seperti yang selalu aku katakan, aku ada. Mungkin dalam senyap, tak berani teriak.

Rasanya pasti luar biasa bagimu.
Rasanya begitu sulit bagiku. Memandangmu. Mendengarmu.


Tanpa benar-benar dapat mengetahui isi hati bodohmu yang dulu aku pernah menyelam di dalamnya. Tanpa mengetahui apakah masih ada gugup yang biasa menggerogoti benda itu.

-- 2/11/17, sekitar pukul 1 dini hari