Selasa, 20 September 2016

Tiada Selamanya

Dimanakah selamanya benar-benar berarti?
Apakah di ujung pandang sepasang matamu?
Atau di tengah sesak dan pekatnya hiruk kota?

Selamanya, bahkan kata itu hanyalah fana
Bumi terus berotasi dan matahari akan terganti
Bulan dapat saja sewaktu-waktu pergi
Apalagi sekedar memperbincangkan soal hati

Biarkan saja ia meronta dan merintih
Toh perlahan nanti juga akan mati

Rabu, 14 September 2016

Maaf.......

Di waktu antara petang dan dini hari
Saat mentari tak berdaya upaya lagi
Bintang jatuh sudah ada di persemayamannya
Sepi jadi pelita juga temaramnya

Bintang telah tanggal dan mimpi pun usai
Tinggal satu hal tersisa kian menyiksa
Yang mengusik dan terus memuai
Dalam gulita gelap, ada permintaan maafku di pusatnya

Resapi, mungkin ini puisi untukmu yang terakhir kali

Maaf, ia kata yang tak berumah tapi biarkan ia singgah
Disisipkan sejenak olehku sang empunya
Kepadamu, yang terlibat dalam kacaunya diriku
Yang terbebani atas adanya ragaku

Maaf, mungkin tak berarti tapi kupastikan dari hati
Maaf telah memberatkan punggungmu dengan kata dan aksara
Habiskan cuma-cuma waktumu yang berharga
Buatmu lelah hanya karena diriku yang tak berarti

Maaf, meski maaf ku ini tidak sama sekali layak
Bukankah segala kata di dunia tidak pantas bersanding denganmu?
Nistaku yang bukan penyair masyhur
Berani lukiskanmu hanya dengan sekedar sajak

Maaf, sedalam-dalamnya
Sungguh, tak pernah terlintas maksud buatmu susah karena diri ini
Kau tidak perlu pergi, toh dasarnya pun kau tak pernah disini
Biarkan aku yang lenyap, kau pun tidak akan peduli

Jumat, 02 September 2016

Hayati

Hayati...
Tajuk-tajuk sajak ku yang kelak terangi redup langkahmu
Jiwa kosong dan hampa yang selalu miliki waktu menunggu
Rasa yang terbelenggu dan tak pernah bisa kau pahami

Hayati...
Lihat ia sendiri menanti pagi
Pemerhati bangun cahyanya yang semalam mati
Gerik tangan yang meliuk lagi dan lagi

Hayati...
Deru ombak yang menabrak dan perlahan kikis hati
Dua pasang mata nan senantiasa kian mendekati
Hayati dan mengerti, jangan biarkan rasa ini pupus dan mati