Hayati...
Tajuk-tajuk sajak ku yang kelak terangi redup langkahmu
Jiwa kosong dan hampa yang selalu miliki waktu menunggu
Rasa yang terbelenggu dan tak pernah bisa kau pahami
Hayati...
Lihat ia sendiri menanti pagi
Pemerhati bangun cahyanya yang semalam mati
Gerik tangan yang meliuk lagi dan lagi
Hayati...
Deru ombak yang menabrak dan perlahan kikis hati
Dua pasang mata nan senantiasa kian mendekati
Hayati dan mengerti, jangan biarkan rasa ini pupus dan mati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar