Selasa, 27 Februari 2018

Abu-Abu

langkahmu tidak pernah terteka
kiri atau kanannya tidak pernah jelas
kadang buat aku jejas
terinjak jejak yang membekas

pandangmu tidak tentu arah
timur atau baratnya entah yang mana
seringkali aku coba tangkap
namun selalu beku sebelum terjerat

ucapmu tidak ku paham maknanya
iya atau tidak terdengar sama saja

pikirmu terlalu jauh untuk ku sentuh

hatimu bukan tempat yang aman tuk bersauh

-25/2/2018

doakan aku berhasil
menanggalkan keinginan
untuk menetap.

Rabu, 14 Februari 2018

Selamat

selamat...
kepada raga yang menguat,
kepada nyawa yang menyingkat

tak akan  berkarat
apa yang kau dekap lekat-lekat

tak akan berkhianat
lelahmu yang kini pekat

semoga hatimu tak pernah larat
semoga bahagia datang berjulat

jika badai datangimu memelesat
semoga kau selalu selamat

- 13 Februari 2018

jika kau kebetulan membaca:
jangan terlalu serius, tersenyumlah.

Jumat, 09 Februari 2018

Sementara

Tidakkah kau pernah mengadakan perjalanan di atas bumi ini?
Melihat mereka yang tak diselubungi perlindungan
Mereka celaka dan akan binasa
dalam keadaan hina

Mereka yang mendengar tetapi berlagak tuli
Mereka yang melihat tetapi seperti buta
Mereka yang berbicara tetapi berdusta

Mereka tak punya penyelamat
Kunci hati mereka baru akan terbuka di ujung hari
Saat sesal sudah tiada arti

Lihatlah mereka itu!
Tidakkah senyum mereka sementara saja?

- 8/2/18, 16:32

Butuh Hujan

Mungkin butuh hujan
untuk sejenak berhenti
dan berpikir ulang

Apakah layak diterjang?
Tidak semua yang menghadang dicipta 'tuk dilewati
Bisa saja memang jalan yang dilalui perlu diganti
Jalan yang lain lebih diberkati

Meneduhlah dulu,
tak perlu buru-buru
Perkara hidup memang selalu menunggu
Hilangkanlah ragumu itu

Memang butuh hujan
Waktu 'tuk merenungkan lagi
Apakah langkah kaki
t'lah menuju sesuatu yang berarti?

- 8/2/18, 16:16
karena hujan tidak melulu tentang kenangan lama yang tak bisa kembali

Biru

aku kembali menjadi anak kecil
tidak tahu suatu hal tentang dunia yang dijalani
meraba dan menerka rasa yang dimiliki
melihat dari sudut berbeda di bawah sini
sambil diam-diam menikmati waktu sekali ini

lama-lama aku lumat
merekat menjadi liat
menjelma menjadi candu
setiap malam datang aku merindu

tidak ingin tumbuh
sudah nyaman dengan hati yang luluh

dunia tak berjalan begitu
diambilnya dan ditinggalkan aku
lesu membiru

- 30/1/18

Elegi

dari matamu aku lihat warna yang belum ku kenal
yang sebelumnya ku kira ku telah hafal seluruhnya
dari katamu aku dengar musik asing
yang tak ku dapat dari penjuru dunia lain

dari genggam tanganmu
aku tahu bentuk seluruh keindahan dunia
dan seakan memilikinya di dalam kepalan tangan
ingin ku buat waktu membisu agar dia tidak berlalu

dari senyummu pertama kali aku melihat konstelasi milik dewi bintang
tak henti ku memujanya karena mencipta sudah sebegitu indah

dari mulutmu aku kira ku beda dari sisa semesta
namaku tidak lagi sama

aku bisa menguntai kata menjadi sajak sekelas pujangga
namun kau menghilang dan merubahnya menjadi elegi nelangsa

kalau ada yang menjadi aku,
mereka akan mengerti mengapa aku masih terpaku

- 29/1/18