dari matamu aku lihat warna yang belum ku kenal
yang sebelumnya ku kira ku telah hafal seluruhnya
dari katamu aku dengar musik asing
yang tak ku dapat dari penjuru dunia lain
dari genggam tanganmu
aku tahu bentuk seluruh keindahan dunia
dan seakan memilikinya di dalam kepalan tangan
ingin ku buat waktu membisu agar dia tidak berlalu
dari senyummu pertama kali aku melihat konstelasi milik dewi bintang
tak henti ku memujanya karena mencipta sudah sebegitu indah
dari mulutmu aku kira ku beda dari sisa semesta
namaku tidak lagi sama
aku bisa menguntai kata menjadi sajak sekelas pujangga
namun kau menghilang dan merubahnya menjadi elegi nelangsa
kalau ada yang menjadi aku,
mereka akan mengerti mengapa aku masih terpaku
- 29/1/18

Tidak ada komentar:
Posting Komentar