Sabtu, 16 Juni 2018

Tebus

Lihat aku tanpa prasangka
Tanpa teringat kau pernah ku ikat
dalam hati dengan sedikit paksa
lancang menentang sekat

Lihat aku tanpa prasangka
Anggap lah aku bayi tanpa dosa
Jangan tatap aku sebagai nestapa!
Aku tak mengemis cintamu yang rapat

Lihat aku tanpa prasangka
seperti bersua dengan kawan
yang biasa hangat kau sapa

Aku tak meminta seiris cinta;
hanya ingin menebus dosa

- 16/6/2018 5: 35 am

Jumat, 08 Juni 2018

Menetap

Kalau ada pilihan bagiku untuk menetap,
aku dengan senang hati akan menetap.

Aku bersedia menemanimu dari arunika sampai senja,
kemana pun tujuan kau melangkah.

Membicarakan apa saja yang kita suka.
Mengadu tatap hingga aku kalah.
Menertawakan hal-hal konyol di media.
Mendengarkanmu bermain gitar dan selalu terpana.
Menjadi tempat curahan keluh kesah.
Membuat kau tersenyum saat dunia semakin susah.
Mengingatkanmu hal baik yang sering kau lupa.
Meminta maaf jika aku salah.
Menenangkanmu saat kau tersulut marah.
Bersenandung bersama saat radio memutar lagu yang kita suka.
Mencarikanmu objek-objek foto yang indah.
Menuliskan puisi yang suka cita
hingga dunia pun ikut jatuh cinta.
Tanpa mempertanyakan rasa apa yang ada,
hanya mensyukuri bahwa kita bersama.

Kalau ada pilihan bagiku untuk menetap,
sungguh kau tahu jawabanku apa.

- 8/6/2018 6:52 a.m.

Pilihan

Aku tidak terlahir seperti ini
Tidak menyapa dunia pertama kali dengan berani
Begitu inginnya takdir sang pengatur denyut nadi
yang bukan diciptakan untuk abadi

Aku dibentuk garis-garis tak beraturan
yang saling menindih hingga berkelindan
di tiap tempat yang jejakku pernah membekas
oleh tiap-tiap diri yang pernah aku papas

Tidak ada yang membiarkan dirinya sama
sebagaimana pertama dipertemukan dengan dunia
Selain mereka yang hidup dari kepasrahan
dan tak percaya dengan pernyataan

Bahwa hidup diciptakan sebagai pilihan
Bagaimana jalannya adalah bijaknya kita mengerti
Mana kodrat yang garisnya 'tuk dipertahankan
Mana ranah yang mampu diusahakan

- 5/6/2018 10:10 p.m.

Minggu, 03 Juni 2018

Pintu

Pintu-pintu sepanjang lorong
Diam tak sedikit pun menolong
Harapan di dalam yang sekarat
Detik ini terancam berkarat

Matanya yang tak terlihat
Mengintai orang-orang bercemas pekat
Telinga yang tak dipunya
Tak biasa mendengar selain rintih doa

Mereka, pintu-pintu itu,
sedang mengawasiku
dengan tatapan kosong dan sedikit iba
Atas miskinnya kesabaran dalam sukma

- 29/5/2018 11:36 a.m.

Air Mata

"Aku suka malam
karena ia tidak menghakimi.
Gelapnya tidak menanyai,
tidak pula memarahi.
Heningnya tidak keberatan aku nodai."

- 25/5/2018 11:28 p.m.