Senin, 08 Mei 2017

Negara

Muda dan nista
Wajahku di mata mereka
Tidak tahu dunia
Berkoar saja bisanya

Ia kira ialah penguasa
Jagad raya nusa bangsa miliknya
Rakyat penyokong tahta
Negara ini bahan canda tawa

Politik, benar-benar kejamnya
Meraup nurani sebagian raga
Apa bisa tetap suci setelah dilahapnya?
Apa tinggal sisa badan tanpa agama?

Darah

Darah pemberontak mengalir di nadi-nadi kami
Lihatlah itu Bung Tomo atau Bung Karno
Menyalakan api tanah air Ibu Pertiwi
Hingga masih berdiri di hari ini

Darah itu ada
Memberontak tuk merdeka

Darah mereka mengalir di kita
Tapi di tangan kita
Akankah bangsa ini jaya?

Indonesia merdeka
Semoga bukan saja gaung belaka

Ibukota

Siapapun, jagalah kami
Kami tidak peduli siapa dan darimana
Kami hanya ingin terjaga
Kami hanya ingin yang sebagaimana mestinya

Ini pesanku sang Ibukota
Yang hari makin hari makin merana
Padahal yang ku ingin hanya berada
Dan berguna tuk semuanya

Ibukota tidaklah ingin kaya
Tidak ingin bergelimang rayanya harta
Hanya ingin sedikit saja ramah
Hanya ingin untuk menyapa

Ibukota,
Sama sekali tidak ada niatan menyiksa
Jagalah, jagalah
Ibukota yang kian ringkih tertempa

Ria

Sukaria sajalah semua!
Penuhi gelas-gelas tinggi
Jangan ragu teguk tuk kesekian kali

Nyalakan api pembakaran
Hangati hati yang kebakaran
Kita kan terus disini semalaman
Dengan fajar pagi kita kelak berkenalan

Tenggelamkan dulu resahmu sejenak
Kita habiskan malam tanpa tidur nyenyak!