Kamarku jadi bagian dari malam panjang
Secercah cahaya di tengah gelap senyap
Lampu berpendar bersaing dengan pancar bulan di puncak
Jadi kawan di kegelisahan nan senantiasa mengejar
Akalku mencoba meraba pinggiran takdir
Mataku menatap menembus tembok bata rumah
Jiwaku begitu saja lepas
Tahu tujuan, hanya tak mengantongi kepastian
Jiwaku pulang setelah hilang dalam kelengangan
Tidak membawa pencerahan dari pertanyaan
Akan sampaikah aku di masa
Ku dapat melengkungkan senyum di wajah-wajah nestapa
Bisa jadi tidak pernah
Entah ajal; atau tak tertulis di garis tangan
Hingga tak lagi kuasa 'tuk menerka
Ku putuskan 'tuk menghadapNya
- di dalam kamar bercat coklat muda,
aku yang tak berdaya; berdoa.
00:27 a.m. 24 Desember 2017
