Selasa, 29 November 2016

Tiada Beda

Apa yang jadikan hujan deras dan gerimis berbeda?
Sama air semesta jatuh mendera tanah
Lalu apa yang salah dengan kita?
Sama jiwa hampa bercita taklukkan jagad raya

Meronta

Sungguh, fajar t'lah datang dan menghempas karang
Jiwa pun tidak gentar meski mendera genderang perang
Badai yang menyerang tak kian berhenti dan pulang
Satu yang dituju menjadi penghabisan nan lekang

Segala menyala t'lah ringkih tertempa baja dan belati
Dan t'lah terlumpuhkan waktu yang selalu menari
Kini biarkanlah kala hidupnya 'tuk meronta dan merintih
Toh perlahan mereka tidak perduli lagi dan pilih mati

Pujangga Alam

Dialah pujangga termasyhur yang dipuja selaut kaum hawa
Apa yang dipegang tangannya berubah menjadi indah
Dan sembarang frasa yang keluar dari mulutnya meraba rasa
Tidak perlu nada dan macam cara ia mudah menjelma raga

Dalam sunyi ia mengoyak dahaga dan mencipta realita
Terpancar keindahan nirwana dan surga dalam aura
Bergegaslah, jangan berdiam lama-lama
Telah cukup wanita yang menggila pesona tak sirna-sirna

Jangan jangkit aku; ku tidak mau
Terjerembap matamu, tenggelam dalam keagunganmu
Jangan pula coba memasuki langitku; ku tidak suka merindu
Dan aku tidak mau meragu lagi dan lagi dalam abu-abu