Minggu, 16 Oktober 2016

Langit Milikmu

Langit mana yang perlu ku jamahi
Jika tiada yang mengilhami
Langit mana yang membiru lapang
Saat pagi tak layak lagi dijelang

Langit mana yang ku akan tiduri jika malam menghampiri
Dimana awannya kan menyelimuti hati
Di langit mana lagi rumah sang Ratu
Tempat pulang yang tiada ragu

Di antara udara yang berhembus manjakah,
Dibelai rindu nan tersirat dalam jingga,
Atau sesederhana didekap pelukmu kala senja?

Minggu, 09 Oktober 2016

Kedua Kalinya

Teduhkan rasa dan raga di naungan bayangan
Hampanya ruang melahap relung nyanyian
Ia pun tidak menanya sepatah kata
Dalam lelap senyap ia ternyata jatuh cinta

Tidak ada satu hembus angin pun yang tahu
Semesta yang mana yang kita butuh
Tapi tanah yang aku pijak tahu
Betapa hujan di luar itu buatnya rapuh

Sampaikan pada terang bulan malam itu
Rasa dan nelangsa yang ada
Aku juga akan katakan pada ia;
Aku telah takluk untuk kedua kalinya

Kamis, 06 Oktober 2016

Pandangmu

Pandangmu lekang terkekang
Hingga sana tiada setitik terang
Selalu jingga meski belum petang
Tergencar kacaunya perang

Pandangmu langit nan lengang
Pancaran biru ombak menabrak karang
Layaknya luka di mata berpasang-pasang
Menghempas hingga lepas ke dasar jurang

Pandangmu, mana mungkin kubiarkan hilang
Masih dingin dalam kenang
Bersarang dalam hati yang malang
Entah bagaimana selalu mengundang tuk pulang