Pandangmu lekang terkekang
Hingga sana tiada setitik terang
Selalu jingga meski belum petang
Tergencar kacaunya perang
Pandangmu langit nan lengang
Pancaran biru ombak menabrak karang
Layaknya luka di mata berpasang-pasang
Menghempas hingga lepas ke dasar jurang
Pandangmu, mana mungkin kubiarkan hilang
Masih dingin dalam kenang
Bersarang dalam hati yang malang
Entah bagaimana selalu mengundang tuk pulang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar