Kamis, 31 Desember 2020

Semuanya susah
Melepas dan mengakhiri susah
Ternyata memulai juga
Apalagi bertahan di situ-situ saja.
Menanyakan siapa yang ditinggal dan meninggalkan?
Siapa yang punya perasaan, siapa yang mati rasa?
Siapapun itu,
adalah yang meninggalkan seluruh tanda tanya di sini
Menjawabnya adalah perkara
Tidak perlu dicoba
Buat apa juga?
Sia-sia.
Alternatifnya: pergi begitu saja.
Toh, mulut bukan untuk bicara

Jumat, 25 Desember 2020

Nirwana

 Tertangkap basah di siang hari
Berusaha menduga mimpi atau delusi
Terlihat seperti pelangi
Dalam bentuk yang tidak dilazimi

Diturunkannya warna melimpah ruah
Hanya ada abu dan hitam sebelumnya
Ditunjukkannya rasa beragam cita
Mencoba membuat getir melupa

Jika nirwana bisa dibawakannya
Pasti akan dibawa
Diseret pun tidak mengapa
Jauh dan lama bukan masalah

Namun, nirwana tidak pernah cuma-cuma
Setidaknya tidak bagi saya

Ditawarkannya nirwana
Yang saya punya hanya air tuba

Ditawarkannya nirwana
Yang saya punya hanya air mata

Maka pulanglah saja,
Malam nanti saya masih ingin sendiri
Malam nanti, tidak ada yang perlu tersakiti

Selasa, 22 Desember 2020

Mimpi

 Melanglangbuana di dua sisi sadar
Siang di atas, malam di bawah
Saling menyentuh pinggir-pinggir
Berusaha mencengkeram satu sama lain

Tidak ada hal yang benar-benar terlupa
Tidak ada hal yang benar-benar direla

Malam ini adalah kastil dari ketidakrelaan
Dibangun di atas dasar ketidaklupaan
Berdiri kokoh mengancam siang yang benderang
Mengalihkan pesona semua insan di kenyataan

Awan warna warni dan burung merpati
Bunga melati, mawar, dan belati
Kita bercumbu tanpa peduli apa yang menanti
Karena di sisi ini, tidak ada hal yang benar-benar berarti

Semakin gila semakin merajalela
Pinggir-pinggir sudah cerita belaka
Malam sudah menjadi raja atas segala
Malam sudah di atas dunia nyata