Bencana yang tetap ku terjang
Pelik mencekam, rasaku lengang
Resah hati tiada lagi dapat terkata
Kala yang tak bernyawa lebih berharga
Aku dan takjubku, dan lelahku, dan hirauanmu
Tidak ada yang pahami,
Meski merintih,
Tidak perlu dan tidak usah dinanti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar