Minggu, 24 Juli 2016

Dan Dia

Dia tunggal;
Bersama udara di kanan-kirinya
Senandung angin menjadi pelitanya
Serta purnama tempat mengadunya

Dia tunggal;
Ia yakin jiwanya lebih kuat dari semesta

Dia tunggal;
Tapi jauh di dalam manik matanya tercermin nyata
Sepi perlahan membunuhnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar