Terdengar bising tapi tak dapat menentukan apa, di pusat pusaran yang menenggelamkan senja.
Terlihat tiap inci sudut lekuk tapi tak bisa terpeluk, berbatas kala detik, terhenti tanda titik.
Tersentuh udara sunyi, terngiang sederet nada kasih.
Hampa bergetar diraba angin nan berlayar.
Tidak citra, pun rasa, sudi merasuk rusuk.
Tinggal ombak merebak bersama jiwa nyenyat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar