Minggu, 03 September 2017

Malam Terindah

Mungkin pada malam itu, Tuhan sengaja mengelupas hatiku agar aku lebih menghayati dan terhanyut dalam tiap lirik yang dilantunkan Duta di atas panggung. Ini momen yang aku impikan sejak masih ingusan, baiknya Tuhan membuat malam ini tidak akan ku lupakan.

Mudah saja bagimu karena cintamu seperti cintaku, begitu nyanyian Duta, idolaku, yang suaranya menghiasi indra dengarku hampir setiap waktu. Menusuk sudah tentu, karena tepat saat itu, aku tidak lagi mengerti betapa hancurnya hati dan jiwaku.

Ya, Tuhan yang menyayangiku tidak membiarkanku senang berlebih, mungkin agar aku tidak tenggelam dalam gelombang malam. Mungkin Ia membuat malam ini tidak seindah seharusnya demi hal yang terbaik selanjutnya.

Tetapi mungkin saja, malam inilah yang terindah. Eross dan Duta, Brian dan Barkah, cahaya dan suara, serta aku dan terkabulnya doaku. Mungkin inilah malam yang benar-benar indah. Malam yang sempurna. Malam yang benar-benar tidak akan terlupa.

Jangan layu, kata Duta kepada Kakak Rani. Akan ku anggap ia mengatakannya padaku, aku takkan layu. Takkan. Mungkin semua ini kan cepat berarti. Semoga semua ini adalah persinggahan sementara mimpiku.

(Minggu, 3 September 2017 02:58 A.M.)

Tambahan :
Terimakasih banyak, Sheila on 7. Pengaruh musik kalian dalam hidupku sangat besar, lebih dari yang kalian bayangkan. Terimakasih telah menciptakan musik yang tidak hanya indah didengar, tapi juga mengilhami pendengar. Percayalah, sebagian kekuatan dalam diri ini berasal dari kalian. Terimakasih kepada Tuhan telah membuat kalian berada hingga sekarang. You deserve a lifetime achievement, for sure.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar